top of page

MENGENAL GOJIRA, BAND HEAVY METAL PEDULI LINGKUNGAN

Updated: Sep 12, 2023


Gojira adalah band heavy metal asal Perancis tepatnya dari Ondres. Gojira dibentuk pada tahun 1996 dengan formasi Joe Duplantier (vokal utama, gitar ritme), Mario Duplantier (drum), Christian Andreu (gitar utama), dan Alexandre Cornillon (bass). Formasi band berganti setelah Alexandre Cornillon henkang dan digantikan oleh Jean-Michel Labadie pada tahun 1998.


Selain pergantian personil, nama Gojira sendiri bukan merupakan nama awal dari band tersebut. Saat awal terbentuk tahun 1996 band ini bernama Godzilla yang kemudian berganti pada tahun 2001 menjadi Gojira karena bermasalah dengan penggunaan nama sebelumnya. Gojira sendiri diambil dari kata serapan dalam bahasa Jepang "Gorira atau Gorila" dan "Kujira atau Paus" yang merupakan nama asli Jepang untuk penyebutan Godzilla.

Setelah pergantian nama, Gojira merilis album Terra Incognita yang menjadi album debut mereka dengan nama baru pada tahun 2001 diikuti The Link album kedua mereka pada tahun 2003. Album ketiga mereka, From Mars to Sirius yang dirilis pada 2005 mendapat pujian kritis dengan "Backbone", "The Heaviest Matter of the Universe", dan "Flying Whales", diliput oleh pers metal Inggris. Album mereka selanjutnya The Way of All Flesh tahun 2008 memasuki chart Billboard 200. Kemudian Gojira merilis L'Enfant Sauvage (2012) dan Magma (2016), yang masing-masing juga mencapai Billboard 200 nomor tiga puluh empat dan dua puluh empat. Fortitude tahun 2021 yang menduduki puncak tangga lagu adalah album terlaris di AS selama minggu pertama.


Gojira telah merilis tujuh album studio, tiga DVD live, dan merupakan band Prancis pertama yang menduduki puncak tangga lagu Billboard Hard Rock Albums. Gojira dianggap sebagai salah satu ekspor Perancis yang paling sukses ke AS. Band ini telah menerima nominasi Grammy Award untuk Album Rock Terbaik untuk Magma dan Penampilan Metal Terbaik untuk single Silvera dan Amazonia.

Selain pencapaian mereka dalam bermusik, Gojira juga menampilkan gaya bermusik yang unik. Umumnya band yang mengusung heavy metal akan membawa isu atau lirik-lirik yang lebih mengarah pada satanisme, atau kegelapan. Gojira hadir membawa musik metal dengan lirik yang mengangkat isu lingkungan seperti perubahan iklim, polusi laut, dan kerusakan hutan. Gojira juga kerap kali mengankat tema spiritual, filosofis, dan perayaan kehidupan di dalam lirik mereka.


Pengabungkan sub metal pada musik dan lirik mereka yang unik terbukti tidak mengurangi ledakan energi yang khas pada musik metal. Gojira berhasil membuat perbaruan pada musik metal dan keluar dari stereotip yang selama ini dibawa pada musik metal hanya dengan mengubah sudut pandang pada lagu-lagu mereka ke isu lingkungan.

Selain membawakan isu lingkungan pada musik mereka, Gojira juga berkolaborasi dengan Sea Shepherd Conservation Society yang merupakan lembaga konservasi laut yang berkomitmet terhadap perlindungan flora dan fauna laut terutama Paus, Lumba-lumba, dan Hiu. Kolaborasi yang menarik sempat akan terjadi pada tahun 2010, Gojira memulai rekaman untuk EP Sea Shepherd dan dirilis pada bulan agustus dan september 2011. Namun tidak pernah dirilis karena hard drive yang berisi rekaman tersebut rusak.

30 views0 comments
bottom of page